TANJUNG SELOR — Pemerataan akses listrik di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (kaltara) masihmenjadi pekerjaan rumah besar. Masih ada desa di wilayah perbatasan yang belum menikmati layanan listrik secara optimal.
Kepala dinas ESDM Prov Kaltara Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi SE., M.Si, menilai kondisi tersebut terjadi karena tidak semua wilayah perdesaan dapat dijangkau jaringan listrik PLN. Medan yang berat dan biaya Pembangunan jaringan yang sangat tinggi menjadi tantangan utama.
Bagaimana caranya kita menuntaskan persoalan listrik di desa-desa perbatasan. Tidak semua lokasi memungkinkan jaringan PLN masuk, ujarnya
Menurut Ferdy, Untuk melistriki desa-desa yang jauh dari jaringan karena tidak memungkinkan perluasan jaringan membutuhkan investasi yang sangat besar dan diliahat secara bisnis menjadi kurang menarik bagi investor dan PLN.
Untuk itu Dinas ESDM Prov kaltara telah berkoordinasi dengan Kementrian ESDM untuk dapat mempercepat Pembangunan listrik di desa-desa yang sangat sulit dijangkau dengan membangun jaringan listrik dan PLTS terpusat pada daerah yang isoleted
Pembangunan PLTS Terpusat ini akan dibangun menggunakan dana APBN pusatdan diserahkan pengoperasinnya pada pemprov atau PT.PLN
Untuk saat ini daerah yang telah disurvei oleh Balai Besar Survei dan Pengkajian EBTKE (BBSP EBTKE) sebanyak 13 desa dan akan berlanjut sampai dengan tahun 2029.
Kaltara memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, tinggal disesuaikan dengan kondisi geografis setiap daerah. Ada yang cocok menggunakan PLTS, adayang meggunakan mikrohidro karena memiliki Sungai kecil bahkan ada lokasi yang berpotensi dikembangkan Pembangkit listrik tenaga angin jelas ferdy.
Dinas ESDM kaltara berharap Pemerintah pusat bersama PT. PLN dapat memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan solusi kelistrikan berbasis energi terbarukan. Langkah tersebut dinilai menjadi cara paling efektif untuk mempercepat pemerataan akses listrik sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan jaringan dan penggunaan bahan bakar fosil sebagai energi pemabangkit utama.