Tanjung Redep - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Cakra Buanamas dan PT. Istana Gemilang Energi dilaksanakan berdasarkan Undangan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara Nomor 005/2845/SETDA.IV tentang kunjungan ke SPPBE Berau Tanggal 30 Agustus 2022.
Dalam kegiatan tersebut mengundang Tim Koordinasi Pengawasan dan Pengendalian Pendistribusian BBM dan LPG Tabung 3 Kg Provinsi Kalimantan Utara bersama-sama dengan Tim Pengawasan Pendistribusian LPG Tabung 3 Kg yang disuplai oleh SPPBE tersebut yakni dari Kabupaten Bulungan, Tana Tidung dan Malinau.
Turut juga menghadiri Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kalimantan Utara, Plt. Kepala SATPOL PP Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bulungan, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Tana Tidung, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Malinau, Sekretaris Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Bulungan, Tim Pengawasan dan Pengendalian Pendistribusian BBM dan LPG Tabung 3 Kg Provinsi dan Kabupaten di Kalimantan Utara.
Pada kesempatan tersebut, para peserta disambut oleh Bapak Faisal Fath selaku Sales Represetatif PT. Pertamina Patra Niaga Kaltimut Regional V, beserta seluruh jajaran PT. Pertamina Jobber Berau, PT. Cakra Buana Mas dan PT. Istana Gemilang Energi.
Kegiatan kunjungan lapangan ini diawali dengan pertemuan bersama dimana PT.Pertamina Patra Niaga menyampaikan beberapa penyampaian awal terkait SPPBE yang baru beroperasi.
Beberapa hal yang disampaikan oleh Bapak Faisal Fath selaku SR PT. Pertamina Patra Niaga adalah sebagai berikut :
Di Area Jobber Berau dibangun 2 buah SPPBE, yakni SPPBE PT. Istana Gemilang Energi yang melayani pengisian LPG subsidi dan SPPBE PT. Cakra Buanamas untuk melayani pengisian LPG Non Subsidi.
SPPBE PT. Cakra Buanamas dan PT. Istana Gemilang Energi sudah mulai dibangun sejak tahun 2017, dan saat ini yang baru beroperasi adalah SPPBE PT. Istana Gemilang Energi. Adapun SPPBE PT. Cakra Buanamas masih berproses sekitar 80%.
Untuk dapat beroperasi secara penuh, SPPBE yang baru beroperasi yakni PT. Istana Gemilang Energi membutuhkan waktu lebih kurang 3 - 6 bulan karena harus menyesuaikan kondisi operasional.
Berdasarkan kebutuhan produksi yang ideal untuk memenuhi kebutuhan wilayah Kaltimut Regional V adalah sebesar ± 30 ton/hari. Untuk fase awal saat ini SPPBE tersebut hanya memproduksi ± 10 ton/hari dan pada saat ini sudah meningkat menjadi 10-15 ton/hari.
Karena produksi yang masih terbatas, SPPBE yang ada di Berau ini hanya dapat menyuplai sebagian kebutuhan dari agen-agen LPG Tabung 3 Kg yang ada di wilayah Kab. Bulungan (3 Agen), KTT (1 Agen), dan Kab. Malinau (2 Agen). Sedangkan untuk sebagian lainnya lagi masih perlu disuplai dari SPPBE yang ada di Sangatta dan Samarinda - Kalimantan Timur. Adapun besaran suplai yang diberikan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, namun bila dirata-ratakan porsi yang diambil agen masih 20% - 40% dari kebutuhannya.
Selama menunggu SPPBE yang ada di Berau beroperasi secara penuh, diharapkan Pemerintah Kabupaten dapat mulai memformulasikan perhitungan HET yang baru dengan jarak tempuh pendistribusian yang lebih dekat yakni dari SPPBE yang ada di Berau.
Untuk sarana dan prasarana yang tersedia dari SPPBE PT. Istana Gemilang Energi selaku SPPBE yang melayani subsidi antara lain tangki penampung berukuran 100 ton sebanyak 4 buah yang berdasarkan perhitungan PT. Pertamina memiliki ketahanan stok untuk 10-12 hari.
Untuk SPPBE PT. Cakra Buanamas memiliki kapasitas satu buah tangki ukuran 50 ton untuk melayani pengisian LPG Non Subsidi.
Dengan beroperasinya SPPBE Berau PT. Istana Gemilang Energi dan PT. Cakra Buanamas, diharapkan dapat memperlancar pendistribusian LPG Tabung 3 Kg karena jarak tempuh yang lebih dekat dari sebelumnya dan harga jual HET LPG Tabung 3 Kg dapat disesuaikan sesuai perhitungan yang berlaku.